Berita

JMSI Kepri Ajak Wartawan Perhatikan Kode Etika Jurnalis saat Menulis Berita, Jangan Terlena dengan SEO

Laporan: Tim Redaksi JMSI
KOMENTAR
post image
Ketua JMSI Kepri Eddy Supriatna

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kepri, Eddy Supriatna, mengajak para wartawan khususnya di media online saat menulis berita mengikuti kaedah kode etik jurnalisme.

Eddy mengingatkan, saat menulis berita disarankan wartawan jangan terlena dengan Search engine optimization (SEO) atau optimasi mesin pencari.

Berita Terkait


Yang akhirnya hasil karya tulisan tersebut disajikan sudah tidak lagi seperti karya jurnalisme.

"Berita di media online memang perlu penggunaan keyword atau kata kunci.

Namun bila penggunaan keyword atau kata kunci itu terlalu berlebihan pada akhirnya membuat tulisan yang disajikan bukan lagi seperti hasil karya jurnalisme," ujar Eddy saat cofee morning bersama rekan wartawan online, Sabtu (18/11).

Eddy juga tidak menafikan pengunaan kata kunci/keyword dalam mengoptimalisasikan mesin pencarian di dalam berita online itu memang diperlukan.

Namun digunakan yang sewajarnya saja, supaya nanti beriita yang disajikan kepada masyarakat itu benar-benar sebuah karya tulis jurnalis.

Tidak Eddy pungkiri, bila jurnalis/wartawan di media online ini saat menulis berita berkualitas akan dihadapkan pada dilema tidak ramah secara SEO.

Pada akhirnya berita tersebut akan diabaikan para pembaca.

Namun sebenarnya kata Eddy, SEO ini bukan harus dihindari. Melainkan diserasikan dengan produk jurnalisme.

Karena kata dia, bila SEO ini dikelola dengan tepat maka tidak akan mengurangi bobot berita berkualitas tersebut.

"Silahkan pakai kata kunci/keyword yang diinginkan oleh SEO, karena sayang bila berita berkualitas itu sepi pembacanya," ucap Eddy lagi.

Foto Lainnya

JMSI Bali Sebut RUU Penyiaran Produk Hukum Yang Lucu dan Konyol

Sebelumnya

JMSI Kalbar Bersama Organisasi Media Dan Profesi Jurnalis Tolak RUU Penyiaran

Berikutnya

Artikel Berita