Berita

Hadapi Pemilu 2024, JMSI Singgung Peran Media Nasional di Belakang Capres

Laporan: Tim Redaksi JMSI
KOMENTAR
post image
Moderator, M Nasir Idris (paling kiri), komisioner KPU Sulawesi Tenggara, Ningtyas (kedua kiri), Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh (tengah) dan Rektor UHO, Zamrun (paling kiri). Foto: Nur Khumairah/Telisik

Hadapi Pemilu 2024 serentak yang akan digelar pada 14 Februari 2024, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) gelar dialog politik.

Dialog politik memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan demokratis, seperti mendukung proses demokrasi, pendidikan politik, dan menjaga keharmonisan sosial di masyarakat.

Berita Terkait


Dialog politik juga mendorong partisipasi aktif warga dalam proses pengambilan keputusan. Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyuarakan pandangan, kepentingan, dan aspirasi mereka.

Pentingnya dialog politik tidak hanya pada saat pemilu, tetapi juga sepanjang waktu untuk membangun masyarakat yang kuat, inklusif, dan berdasarkan nilai-nilai demokrasi.

Saat membuka dialog, Ketua JMSI Sulawesi Tenggara sekaligus moderator, M Nasir Idris menyebut beberapa fakta Pemilu 2024 mulai dari isu kecurangan hingga bekingan capres-cawapres sebagian besar berada di bawah naungan media nasional yang cukup ternama.

Sebut saja pasangan capres-cawapres 2024 saat ini cukup memberikan dampak yang besar terutama dalam pemberitaan masing-masing calon presiden, seperti paslon capres nomor satu didukung oleh keberpihakan pemilik media, Surya Paloh yang merupakan pemilik Metro tv sekaligus Ketua Umum Partai Nasdem.

Sementara paslon nomor urut 2 salah satu pendukungnya adalah Partai Golkar, Abu Rizal Backrie selaku Ketua Dewan Pembina Partai Golkar juga memiliki media di antaranya TVOne, ANTV yang kepemilikannya kini berada di bawah Grup Bakrie (melalui PT Visi Media Asia Tbk).

Dan capres nomor tiga didukung oleh Partai Perindo yang disokong oleh Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau yang akrab dipanggil Hary Tanoesoedibjo. Ia sendiri adalah pendiri sekaligus pemilik dari perusahaan konglomerat MNC Group.

Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh, salah satu ketua DPRD sekaligus Dewan Pembina JMSI menuturkan suveri yang memilih di pilpres, DPR, berbeda dengan yang memilih di DPRD kabupaten/kota.

Ia juga menambahkan, ada baiknya jika caleg DPRD kabupaten/kota juga diadakan dialog interaktif ataupun debat sehingga masyarakat bisa menilai seperti apa pemimpin yang akan dipilih.

Sementara itu, Rektor Universitas Halu Oleo, M. Zamrun Firihu menjelaskan, menjelang Pemilu 2024 saat ini situasi yang cukup sengit adalah situasi politik. Ia meminta masyarakat bisa memilih sesuai dengan hati nurani.

"Berkaitan dengan ini, kita ingin masyarakat bisa menyukseskan Pemilu 2024 dengan lancar, baik dan sukses serta prosesnya berlangsung dengan damai," bebernya.

Dalam konteks pemilu damai, media dapat menjadi alat untuk meredakan ketegangan, mencegah penyebaran berita palsu, dan menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi politik yang positif. Kolaborasi antara pihak politik, pemilih, dan media membantu membangun fondasi demokrasi yang kokoh.

JMSI Sulawesi Tenggara menggelar dialog politik dalam pemilu damai selain melibatkan 22 media online juga melibatkan mahasiswa lingkup Kota Kendari, Polda, Polres, hadir pula Caleg DPD RI Ratna Lada.

Dialog Politik ini menghadirkan lima narasumber yaitu anggota Komisi II DPR RI Hugua yang mengikuti kegiatan by Zoom Meeting.

Kegitan ini melibatkan 22 media online yang ada di Sulawesi Tenggara di antaranya: Telisik.id, adiwarta.com, beritarakyat.id, lintas sultra, detikanoa, suarasultra, idealita.id, bondo.id, konaweterkini.com, lingkarsultra.com, sentralsultra, sultraone, dan sebagainya.

Foto Lainnya

JMSI: Perpres 32/2024 Jangan Disalahartikan Hanya Urusan Business to Business

Sebelumnya

Ketua Umum JMSI Terima Press Card Number One

Berikutnya

Artikel Berita