Berita

Pengukuhan JMSI Jambi, Firli Bahuri Kaitkan Pesan Bung Karno dengan Praktik Korupsi Bangsa Sendiri

Laporan: Tim Redaksi JMSI
KOMENTAR
post image
Ketua KPK RI, Firli Bahuri, memberikan sambutan secara virtual dalam Pengukuhan Pengda JMSI Jambi.

Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyadari arti penting, dan karenanya merasa perlu untuk merangkul masyarakat pers nasional dalam orkestrasi pemberantasan korupsi.

Demikian disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam sambutannya pada pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Jambi, Sabtu pagi di Hotel Abadi, Jambi (23/7).

Berita Terkait


Firli yang berbicara secara virtual  menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam prosesi pelantikan Pengda JMSI Jambi.

“Sahabat-sahabat sekalian, maaf karena saya tidak bisa hadir secara fisik. Tapi yakinlah bahwa hal ini tidak mengurangi semangat kita bersama dalam upaya mewujudkan bangsa ini bebas dari korupsi,” kata Firli.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak mungkin hanya dilakukan oleh lembaga yang dipimpinnya saja.

Dia berharap, perusahaan pers yang bergabung dengan JMSI dan insan pers yang bekerja di perusahaan pers anggota JMSI terus berkarya untuk bangsa. Tidak sekadar mendistribusikan informasi, tetapi lebih jauh dari itu, JMSI mampu memberikan peran yang lebih besar, yaitu turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan literasi dan terus berkontribusi untuk membebaskan negara dari berbagai praktik korupsi.

"Kami dari KPK sungguh menyambut baik peran dan andil besar yang telah diberikan oleh anak bangsa yang tergabung dalam JMSI. Kita tentu berharap suatu saat, bangsa kita bisa mencapai tujuannya," ujar Firli.

Pada kesempatan tersebut Firli juga mengutip salah satu pernyataan mantan Presiden Soekarno yang terkenal yang mengatakan, "Perjuanganku sangat mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri".

Firli mengajak seluruh anak bangsa untuk merenungi makna dari kalimat tersebut. Katanya, Indonesia tengah menghadapi kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan keterisoliran.

“Ini adalah akibat dan dampak dari salah satu musuh bangsa kita yaitu korupsi," tegas Firli.

Dia juga kembali menekankan tugas KPK seperti yang tercantum di dalam UU 19/2019 tentang KPK.

KPK diamanahkan untuk melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi korupsi. Antara lain dengan melakukan koordinasi bersama instansi yang berwenang dan menyelenggarakan monitoring penyelanggaraan pemerintahan negara.

Selain itu KPK juga melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan korupsi, yaitu Kejaksaan dan Kepolisian.

"KPK memiliki tugas pokok yang tidak kalah penting yaitu melakukan penindakan berupa penyelidikan, penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi. Termasuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah mempunyai keputusan hukum tetap," ujar mantan Kapolda Sumatera Selatan ini.

Menurut Firli, ada enam tugas pokok KPK, yang harus dikerjakan bersama dengan strategi pemberantasan korupsi yang dikenal dengan tiga trisula.

Trisula pertama, pendidikan masyarakat yang berutjuan meningkatkan dan membangun budaya dan peradaban antikorupsi, sehingga kelak generasi kita akan menjadi generasi antikorupsi.

Trisula kedua adalah pencegahan dengan perbaikan sistem agar tidak tidak terbuka  peluang korupsi.

Trisula ketiga adalah penindakan secara tegas berdasarkan asas pelaksanaan tugas pokok KPK demi kepentingan umum, akuntabel, profesionalitas, juga demi keadilan dan transparansi serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Di akhir sambutannya Firli Bahuri mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus JMSI Provinsi Jambi dengan melantunkan sebuah pantun.

"Padi ditumbuk menjadi beras, beras ditanak menjadi nasi. Mari segenap anak bangsa membangun integritas, jauhkan perilaku dari praktik-praktik korupsi," tutur Firli Bahuri.

Pengukuhan Pengda JMSI Jambi dilakukan oleh Ketua Umum JMSI Teguh Santosa. Setelah pembacaan Janji Prasetya JMSI, Teguh menyerahkan bendera JMSI kepada Ketua Pengda JMSI Jambi Doddi Irawan.

Dalam sambutannya, Teguh Santosa mengingatkan, perusahaan pers yang bergabung dengan JMSI memiliki dua tugas pokok. Pertama,  melakukan pembinaan kapasitas perusahaan pers anggota JMSI, dan di saat bersamaan meningkatkan kompetensi wartawan yang bekerja di perusahaan pers anggota JMSI.

Selain unsur Forkopimda, pengukuhan Pengda JMSI Jambi juga dihadiri utusan organisasi konstituen Dewan Pers, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). 

 

Foto Lainnya

Pertemuan KADIN Jabar dan JMSI: Indonesia Berpeluang Merajai Pasar Dunia, Tapi Ada Syaratnya

Sebelumnya

Usul Perbaikan RKUHP dari Dewan Pers Wajib Dibahas dalam Rapat DPR

Berikutnya

Artikel Berita