Berita

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Silaturahmi ke Pengurus JMSI Aceh

Laporan: Tim Redaksi JMSI
KOMENTAR
post image
Silaturahmi Dirjen Bina Adwil Kemendagri ke pengurus JMSI Aceh/Ist

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah (Bina Adwil) Kemendagri, Dr Safrizal berkunjung ke kantor Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh.

Pejabat eselon I yang pernah menjadi Lurah di Kota Lhokseumawe itu, disambut oleh Ketua JMSI Aceh Hendro Saky, dan jajaran pengurus daerah (Pengda) organisasi perusahaan media siber di ujung barat Sumatera.

Berita Terkait


Dalam kunjungan silaturahmi pada Sabtu (12/3), Safrizal menceritakan banyak hal terkait dengan kesiapan pemerintah saat ini berupa kebijakan dari Pandemi Covid-19 menuju Endemi Covid-19.

"Namun tentu, hal tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru, sebab tentu saja hal itu dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan berdasarkan data dari Kementrian Kesehata (Kemenkes) RI," kata Safrizal.

Safrizal sendiri dalam kedudukannya sebagai Dirjen Bina Adwil Kemendagri, yang bersangkutan merupakan Wakil Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19.

Saat silatuhrahmi dengan pengurus JMSI Aceh, turut serta Kepusdatin Kemendagri, Nurdin.

Safrizal mengatakan, tahapan dari Pandemi Covid-19 ke Endemi Covid-19 menjadi perhatian serius saat ini, hal itu sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Jika merujuk data yang ada, kata dia, berupa positive rate atau masyarakat yang terpapar virus, Fatality rate atau jumlah kematian akibat Covid-19 dan juga Bed Occupancy Rasio (BOR) atau jumlah orang yang di rawat di rumah sakit, trennya saat ini terus menurun.

Dari data itulah, sambung Safrizal, yang kemudian beberapa pelonggaran sudah dilakukan, misalnya peniadaan kewajiban swab antigen atau PCR untuk perjalanan udara, intensitas pertemuan status level 3 dan 4 yang prosentasinya kita tingkatkan, dan juga rencana-rencana membuka kembali ruang udara untuk penerbangan internasional dari sejumlah negara.

"Namun hal itu tentu saja dibutuhkan kesiapsiagaan dan rencana yang matang, agar hasilnya dapat lebih baik, dan tidak terburu-buru," ucapnya.

Sembari menunggu keputusan resmi dari World Health Organization atau WHO yang nantinya akan mengumukan secara resmi status Covid-19 dari Pandemi ke Endemi, langkah-langkah persiapan terus dilakukan pemerintah Indonesia saat ini, terutama percepatan vaskinasi Covid-19 di sejumlah daerah.

Dari Kajian dan survei yang dilakukan, saat ini sudah terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity mencapai 80 persen per 10.000 penduduk, artinya masih ada sisa 20 persen yang harus kita kejar capaian vaksin di seluruh daerah.

Menurut Safrizal, hal itu menjadi tugas semua elemen, terutama pemerintah daerah untuk sesegera mungkin mempercepat capaian vaksin 1 dan 2 serta booster.

"Nah, peran media siber juga penting memberikan edukasi masyarakat agar tidak ragu ikut vaksin, dan membangun kesadaran warga agar kekebalan kelompok dapat segera kita wujudkan dengan tuntasnya target vaksinasi secara nasional," demikian Safrizal.

Foto Lainnya

Pertemuan KADIN Jabar dan JMSI: Indonesia Berpeluang Merajai Pasar Dunia, Tapi Ada Syaratnya

Sebelumnya

Usul Perbaikan RKUHP dari Dewan Pers Wajib Dibahas dalam Rapat DPR

Berikutnya

Artikel Berita